RSS

Pendapat Seorang Sahabat

16 Oct

Minggu pagi..

Seperti biasa, setelah lari pagi bersama, kita bermain di kamarku..
Menghabiskan waktu membahas ini itu..
Lalu, kuceritakan padamu bahwa sore ini aku akan pergi kencan..
Aku mulai mengobrak-abrik isi lemariku, hanya untuk menunjukan padamu rencana penampilanku sore nanti..

Saat aku kenakan cardigan berwarna biru tua, kamu bilang itu tidak cocok dengan warna kulitku..
Saat aku ikat setengah bagian atas rambutku, kamu bilang itu membuatku terlihat lebih tua..
Saat aku pakai kaca mata model terbaru, kamu bilang itu menutupi mata indahku..
Saat aku gunakan sepatu hak tinggi yang sengaja aku beli, kamu bilang itu tidak pantas dengan bajuku..
Saat aku pasangkan anting mahal ditelingaku, kamu bilang itu terlihat aneh..

Lalu…
Aku marah padamu, aku marah akan semua pendapatmu yang tidak memujiku..
Aku palingkan wajahku darimu..
Terbesit niat untuk tidak menganggapmu teman lagi..
Aku tidak akan menghubungimu, lari pagi denganmu, mengunjungi rumahmu, ataupun berlibur bersamamu..

Lalu kupandang cermin besar dikamarku dan kuperhatikan penampilanku..
Sesaat kemudian aku pun sadar..
Bahwa saat kukenakan cardigan biru tua, kuikat setengah rambutku, kupakai kaca mata model terbaru, kugunakan sepatu hak tinggi, dan kupasang anting mahal ditelingaku itu, aku pun tidak terlalu menyukainya..
Kutanyakan pendapatmu karena aku juga meragukannya, aku hanya ingin mencari dukungan dan pembenaran..

Kenapa begitu sulitnya kamu lontarkan pujian untukku?
Untuk menghapus keraguanku, untuk mendukung kepercayaan diriku, untuk membenarkan pilihanku..
Padahal kamu tau, kencan sore ini sudah lama aku tunggu..

Kemudian..
Kamu menepuk pundakku yang masih tegak berdiri menghadap cermin..
Kubalikkan badanku ke arahmu dan kupandang matamu dengan tatapan kesal..
Lalu kamu ulurkan tangan kananmu yang sedang memegang kaos lengan panjang favorite ku, disusul dengan uluran tangan kirimu yang memegang flat shoes andalanku..

Aku tau maksudmu, baiklah, kucoba kenakan semua itu..
Setelah itu, matamu berbinar, kamu pun tersenyum lebar dan memujiku..
Kamu bilang aku terlihat cantik dengan semua itu..

Kembali aku pandang cermin besar dikamarku..
Kali ini aku semakin kesal denganmu..
Aku kesal, karena bahkan kamu lebih mengerti aku dibanding diriku sendiri..
Ya, kamu benar, aku terlihat jauh lebih cantik memakai ini semua..

Terima kasih, sahabatku..

 
Leave a comment

Posted by on October 16, 2011 in Classic

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: