RSS

Bayarlah Sesuai Tarif

15 Aug

Honestly, gw adalah salah satu dari sekian banyak orang yang menjadi pengguna jasa angkutan umum (angkot). Bisa dibilang gw adalah pengguna sejati, karna hampir setiap hari gw naik angkot. At least, pulang pergi kantor gw naik angkot, lebih tepatnya kalo lagi gak ada tebengan. :p

Like today for example, tadi selesai lembur gw pulang naik angkot, jurusan Lebak Bulus – Pamulang (LB-Pmlg) seperti biasanya. Kebetulan gw duduk di bangku depan, but please jangan ada yang bilang ini modus, hehe. Di tengah-tengah perjalanan yang dibilang-lancar-enggak-macet-enggak inilah gw iseng-iseng nanya ke bapak supir angkot. “Pak, kalo sekali jalan LB-Pmlg bensinnya abis berapa liter sih?”. Si supir menjawab, “Saya isi bensin 16.000 buat 1 kali bulak balik LB-Pmlg-LB, neng”. Awalnya gw agak mikir, dari pertanyaan berapa ‘liter’ kenapa bisa muncul jawaban ‘rupiah’? Well, it’s not the point.

Dari sini kita bisa mengira-ngira, bahwa 1 kali rute (LB-Pmlg) si supir menghabiskan biaya sekitar 8.000 untuk bensin. Tarif untuk penumpang dari LB-Pmlg adalah 4.000. It means, untuk BEP bensinnya saja si supir harus membawa minimal 2 orang penumpang. Itu belum termasuk biaya sewa mobil, yang berdasarkan obrolan lebih lanjut (bukan lebih akrab ya!) sebesar 45.000 untuk setengah hari. Penumpang paling ramai saat jam berangkat yaitu jam 6- 8 pagi, dan jam pulang yaitu jam 5-7 malam. Sayangnya, agak sulit untuk si supir mengejar kedua target ini, dikarenakan jam sewa mobil yang hanya 12 jam. Dari cerita si supir, dia prefer mengejar jam berangkat, dan dalam 2 jam tersebut dia bisa mendapatkan 35.000 – 40.000 bersih.

Sampai disini kita akan mengira bahwa dalam 2 jam saja si supir sudah hampir mampu untuk membayar uang sewa mobilnya. But unfortunately, it’s wrong. Si supir mengatakan bahwa diatas jam 9 penumpang susah didapatkan. Terkadang membawa 3-4 orang penumpang saja sudah sukur. Selanjutnya, sisa jam sewa yang sekitar 10 jam tersebut akan digunakan si supir untuk mencari tambahan uang sewa, dan sisanya merupakan uang hasil jerih payah untuk dibawa pulang kerumah, dimana anak dan istrinya menunggu. Walaupun dibilang jam-jam sepi, tetap saja 10 jam adalah waktu yang cukup banyak untuk mencari penumpang dan mendapatkan uang lebih. Jadi tidak ada alasan untuk berhenti berjuang.

Rejeki memang sudah diatur oleh Allah, tetapi siapa tau keberadaan kita disuatu tempat pada suatu waktu merupakan jalan rejeki bagi orang lain. Jadi, janganlah berusaha untuk mempersulitnya. Misalnya dengan membayar tidak sesuai tarif (kurang dari tarif). Minimal, bayarlah sesuai tarif, sukur-sukur kalau kamu mau mengikhlaskan kembaliannya.đŸ˜€

Oya, saat hampir sampai Pamulang, si supir sempat bilang, “Sekarang susah neng cari penumpang, soalnya bayar DP 300.000 aja udah bisa bawa pulang motor, orang jadi banyak yang pilih bawa motor sendiri”. Tanpa bermaksud untuk sok bijak, gw jawab “Tenang aja, Pak. Gak semua orang bisa bawa motor kok. Pasti masih banyak orang yang gak bisa nyetir motor. PASTI!” *sambil natap kaca spion* (>_<)

 
1 Comment

Posted by on August 15, 2011 in Classic

 

One response to “Bayarlah Sesuai Tarif

  1. allhabibbb

    October 16, 2013 at 11:00 PM

    Mantafff

    mampir-mampir ya

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: